Obat Kanker - cancerhelps.co.id

Pengobatan Kanker Servik

PDF Cetak Surel

Kanker Servik




 

Pengobatan Kanker Servik

 Tiga  jenis utama dari pengobatan untuk kanker servik adalah operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

 Stadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan.
 

Untuk stadium IB dan IIA kanker servik:

  • Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo 
  • Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi

Kanker servik stadium lanjut (IIB-IVA) dapat diobati dengan radioterapi dan kemo berbasis cisplatin. Pada stadium sangat lanjut (IVB), dokter dapat mempertimbangkan kemo dengan kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.
 

Jika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuannya pengobatan adalah untuk mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Kadang-kadang pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. Hal ini disebut perawatan paliatif.
 

Faktor-faktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda termasuk usia Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan preferensi Anda sendiri. Seringkali cukup bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) yang memberikan Anda perspektif lain dari penyakit Anda.
 

Pembedahan untuk Kanker Servik
 

Ada beberapa jenis operasi untuk kanker servik. Beberapa melibatkan pengangkatan rahim (histerektomi), yang lainnya tidak. Jenis-jenis operasi yang paling umum untuk kanker servik:
 

Cryosurgery
 

Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina dan pada leher rahim. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukan mereka. Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker servik yang hanya ada di dalam leher rahim (stadium 0), tapi bukan kanker invasif yang telah menyebar ke luar leher rahim.
 

Bedah Laser
Sebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil dari jaringan  sel rahim untuk dipelajari. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan untuk kanker servik pra-invasif (stadium 0).

Konisasi
 

Sepotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis yang dipanaskan oleh listrik (prosedur ini disebut LEEP atau LEETZ). Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan atau mengobati kanker servik tahap awal (0 atau I). Hal ini jarang digunakan sebagai satu-satunya pengobatan kecuali untuk wanita dengan kanker servik stadium dini yang mungkin ingin memiliki anak.

Histerektomi
Histerektomi sederhana: Rahim diangkat, tetapi tidak mencakup vagina, kelenjar getah bening maupun jaringan di dekatnya. Setelah operasi ini, seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. Histerektomi digunakan untuk mengobati beberapa kanker servik stadium awal (I) ataupun stadium pra-kanker servik (0)- jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi konisasi.
 

Histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul: pada operasi ini, dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim, jaringan di dekatnya, bagian atas vagina yang berbatasan dengan leher rahim, dan beberapa kelenjar getah bening yang berada di daerah panggul. Setelah operasi ini, seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. Histerektomi radikal umum digunakan untuk kanker servik stadium I, dan lebih jarang juga digunakan pada beberapa kasus stadium II, terutama pada wanita muda.

vagina-kanker-serviks
Dampak seksual dari histerektomi: Setelah histerektomi, seorang wanita masih dapat merasakan kenikmatan seksual. Seorang wanita tidak memerlukan rahim untuk mencapai orgasme.

 Trachelektomi
 

Sebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan wanita muda tertentu dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. Metode ini melibatkan pengangkatan servik dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam rahim. Kelenjar getah bening di dekatnya juga diangkat.
 

Setelah operasi ini, beberapa wanita dapat memiliki kehamilan jangka panjang dan melahirkan bayi yang sehat melalui operasi caesar. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan setelah 5 tahun lebih dari 50%, namun risiko keguguran lebih tinggi daripada wanita normal pada umumnya. Risiko kanker kambuh kembali sesudah pendekatan ini cukup rendah.
 

Ekstenterasi Panggul
 

Selain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas, pada jenis operasi ini: kandung kemih, vagina, dubur, dan sebagian usus besar juga diangkat. Operasi ini digunakan untuk jenis kanker servik kambuhan.
 

Jika kandung kemih telah diangkat, perlu dibuat suatu lubang pembuangan urine di perut (disebut urostomi). Sepotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih baru atau urin bisa mengalir ke kantong plastik kecil yang ditempatkan di bagian depan perut.
Jika rektum dan sebagian usus besar diangkat, maka perlu dibuat lubang pembukaan di perut (disebut kolostomi) untuk membuang feses/kotoran. Jika vagina diangkat, sebuah vagina baru yang terbuat dari kulit atau jaringan lain dapat direkonstruksi.
 

Diperlukan waktu lama, 6 bulan atau lebih, untuk pulih dari operasi ini. Beberapa bahkan memerlukan waktu 1-2 tahun untuk benar benar menyesuaikan diri. Namun wanita yang pernah menjalani operasi ini tetap dapat menjalani kehidupan bahagia dan produktif. Dengan latihan dan kesabaran, mereka juga dapat memiliki gairah seksual, kesenangan, dan orgasme.
 


 Radioterapi untuk Kanker Serviks

Radioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. Sebelum radioterapi dilakukan, biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda menderita Anemia. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada umumnya menderita Anemia. Untuk itu, transfusi darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi dijalankan.

Pada kanker serviks stadium awal, biasanya dokter akan memberikan radioterapi (external maupun internal). Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan.  Akhir-akhir ini, dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati kanker serviks yang berada antara stadium IB hingga IVA. Yaitu, antara lain bila ukuran tumornya lebih besar dari 4 cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan lainnya (di luar serviks), misalnya ke kandung kemih atau usus besar.

Radioterapi ada 2 jenis, yaitu radioterapi eksternal  dan radioterapi internal. Radioterapi eksternal berarti sinar X diarahkan ke tubuh Anda (area panggul) melalui sebuah mesin besar. Sedangkan radioterapi internal berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam rahim/leher rahim Anda selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya. Salah satu metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy.

Brachytherapy untuk Kanker Serviks

Brachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak awal abad ini. Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ kewanitaan. Baik radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioaktif untuk memberikan radiasi internal. Sejak tahun 1960-an di Eropa dan Jepang, mulai diperkenalkan sistem HDR(high dose rate) brachytherapy.

HDR brachytherapy diberikan hanya dalam hitungan menit. Untuk mencegah komplikasi potensial dari HDR brachytherapy, maka biasanya HDR brachytherapy diberikan dalam beberapa insersi.  Untuk pasien kanker serviks, standar perawatannya adalah 5 insersi. Waktu dimana aplikator berada di saluran kewanitaan (vagina, leher rahim dan/atau rahim) untuk setiap insersi adalah sekitar 2,5 jam. Untuk pasien kanker endometrium yang menerima brachytherapy saja atau dalam kombinasi dengan radioterapi external, maka diperlukan total 2 insersi dengan masing-masing waktu sekitar 1 jam.

Keuntungan HDR brachytherapy adalah antara lain: pasien cukup rawat jalan, ekonomis, dosis radiasi bisa disesuaikan, tidak ada kemungkinan bergesernya aplikator. Yang cukup memegang peranan penting bagi kesuksesan brachytherapy adalah pengalaman dokter yang menangani.

 

radioterapi-kanker-servik

 

Efek Samping Radioterapi:

  • Kelelahan
  • Sakit maag
  • Sering ke belakang (diare)
  • Mual
  • Muntah
  • Perubahan warna kulit (seperti terbakar)
  • Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama menyakitkan
  • Menopause din
  • Masalah dengan buang air kecil
  • Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang
  • Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih
  • Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema)

Diskusikan dengan dokter atau perawat Anda tentang efek samping yang mungkin Anda alami. Seringkali ada pengobatan atau metode lain yang akan membantu. Karena merokok meningkatkan efek samping radioterapi, jika Anda merokok maka Anda harus segera berhenti.

Source:
http://www.humonc.wisc.edu/modules/mediawiki/index.php/Cervical_brachytherapy


 
Open Cbox


Testimonial

“Sangat di Rekomendasikan untuk pasien kanker!” Minaswati, Medan, Indonesia

"Syukur Alhamdulilah atas mujizat kesembuhan melalui Typhonium Plus®N.Wijaya, Jakarta, Indonesia

"Fisik saya pulih luar biasa cepat berkat Typhonium Plus®!” CA, Bali. Indonesia


button-testimonials

CUSTOMER SERVICE



Call Center: 021 669 3460
SMS 0817 094 7077
SMS 0813 8191 5677
cs@cancerhelps.co.id

Follow cancerhelpsid on Twitter



Correspondent Add:
PO Box 6172
JKUPL 14440A, Indonesia

Follow me on Facebook

Follow me on Twitter


obat kanker

obat kanker

AgroMedia.net - Menimba Ilmu dari Pakar dan Praktisi
Kimia Farma Apotek

JNE
No. Pengiriman/Airwaybill:

Guaranteed
Kami GARANSI Produk Sampai ke Alamat Anda

You are here  : Home Artikel Kanker Servik Pengobatan Kanker Servik

Obat Kanker